ASI dan PUASA
Oleh dr. Dian Meilani S.
Syarat :
1. Kondisi ibu dan bayi sehat
Jika dikuatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kurang gizi, produksi asi berkurang, sakit, dan lain-lain islam menyarankan tidak berpuasa.
2. Ibu menyusui dengan bayi usia 6 bulan ke atas
Ibu yang menyusui ASI eksklusif bisa tidak berpuasa karena harus menyusui tiap 2 jam dan bayi belum memperoleh makanan pendamping asi.
Puasa hanya mengubah jadwal makan
* Asupan makanan = saat tidak berpuasa
* Gizi seimbang { 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak} yang didapatkan dalam 3 waktu yaitu 1. saat sahur 2. saat berbuka dan 3. menjelang tidur setelah sholat terawih.
Supaya produksi ASI ibu berpuasa tetap lancar & berkualitas maka perlu memperhatikan:
1. Asupan menu dengan gizi seimbang :
* Konsumsi gizi seimbang membantu ibu menyusui menghasilkan sari makanan bergizi untuk si kecil.
* Ibu menyusui membutuhkan tambahan 700 kalori/hari. Jadi penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang
2. Perbanyak konsumsi cairan
* Mulai berbuka hingga sahur, terutama minuman hangat
* Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya. Jika minum air putih selama sehari itu sebanyak 2 liter dan ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti jus buah, teh manis hangat dan susu.
* Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman Anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Anemia adalah berkurangnya Hemoglobin (Hb) dalam darah. Berbuka puasa dengan minuman hangat akan merangsang kelancara ASI ibu menyusui.
3. Isirahat yang cukup
* Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahat sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekedar relaks menenangkan pikiran.
* Perlu diketahui, semakin sering payudara dihisap oleh bayi maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.
Ibu menyusui berpuasa –> pola menyusui berubah ( ASI berkurang siang hari, ASI Melimpah malam hari)
Untuk ibu bekerja :
1. Saat sahur, usahakan banyak minum terutama minuman hangat
2. Menyusui setelah sahur selama mungkin hingga saat berangkat ke kantor
3. Di Kantor, usahakan memerah ASI dengan frekuensi seperti saat tidka berpuasa
4. Di rumah, mintalah pengasuh bayi untuk memberi ASI simpanan seperti biasa plus makanan pendamping lain.
5. Satu jam menjelang pulang, usahakan agar bayi sudah tidak diberi makanan/minuman apapun.
6. Saat ta’jil usahakan minum hangat agar merangsang kelancaran ASI
7. Setelah berbuka, segerakan menyusui bayi
8. Sebelum tidur, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.
